Tips Membeli Mesin Fotocopy Rekondisi

Jika anda berniat untuk membaca halaman ini, kami beranggapan bahwa anda sedang berencana membeli sebuah mesin fotocopy baik untuk usaha atau keperluan kantor. Bingung mengapa banyak pengusaha jasa penggandaan dokumen diatas kertas lebih memilih untuk membeli mesin bekas (rekondisi) daripada membeli baru? Tentunya sebagai seorang pengusaha jasa fotocopy yang hendak mengawali usaha, ada baiknya anda mengenal beberapa alasan yang sering kali dikemukan oleh para pengusaha fotocopy saat mereka memutuskan untuk membeli mesin fotocopy rekondisi, diatara alasan-alasan tesebut yaitu harga mesin foto copy yang jauh lebih murah daripada membeli mesin baru.

Bayangkan saja, harga sebuah mesin fotocopy baru dapat menempuh seratus juta rupiah sedangkan yang rekondisi bisa didapat dengan harga 20 juta-an (kurang dari 1/4 harga mesin baru). Walau fungsi menggandakan dokumen yang dimiliki kedua tipe mesin tersebut (baru atau rekondisi) tetaplah sama, yaitu menggandakan dokumen, print dan scan. Murahnya harga mesin fotocopy rekondisi menjadikannya alternatif yangcocok bagi mereka yang mengharapkan BEF (Break Event Point) usahanya lebih cepat tercapai, kompetisi usaha jasa penggandaan dokumen saat ini juga semakin ketat, murahnya harga mesin fotocopy rekondisi menjadikan bagian penghitung harga perlembar jasa fotocopy ke pengguna layanan forocopy akan lebih dapat ditekan ke tahapan se-murah mungkin.

Sesudah kita mengenal beberapa alasan yang mewujudkan mesin fotocopy rekondisi menjadi alternatif banyak pengguna, kini saatnya kita membahas apa saja yang perlu diperhatikan saat hendak membeli mesin fotocopy rekondisi. Kami akan membaginya mulai dari yang terpenting, ini dia tips memilih mesin fotocopy rekondisi.

Cek Juga: Harga Mesin Fotocopy Canon

Yang Perlu Diperhatikan Saat Hendak Membeli Mesin Fotocopy Rekondisi:

1. Asal Usul Mesin Fotocopy. Mesin-mesin fotocopy rekondisi yang beredar di Indonesia umumnya terbagi menjadi dua, yang pertama yaitu rekondisi negara luar, seperti Amerika, Italy, Jerman dan lain-lain. Lalu yang kedua yaitu rekondisi bekas penggunaan dalam negeri. Apa yang membedakan keduanya dan mana yang seharusnya kita pilih? Hal pertama yang perlu diketahui, orang-orang (Perusahaan) di Amerika umumnya mengganti mesin fotocopy mereka menurut susut buku / aktiva tetap dimana saat nilai sebuah mesin fotocopy sudah menempuh angka nol, mereka akan menggantinya untuk peremajaan. walaupun di dalam negeri (Indonesia) umumnya hanya akan mengganti atau memasarkan mesin fotocopy mereka saat telah rusak atau tidak diperlukan lagi. Dari pernyataan ini kita bisa menyimpulkan bahwa mesin fotocopy rekondisi yang sebaiknya menjadi alternatif adalah yang bekas dari luar negeri (Amerika, dan lain-lain).
2. Counter. Walau sebelumnya kita mengatakan bahwa mesin-mesin fotocopy bekas dari luar negeri lebih baik daripada mesin bekas dari pengguna dalam negeri, counter umumnya akan memberitahukan kepada kita apakah sebuah mesin fotocopy tersebut masih pantas untuk digunakan kembali atau tidak. Mesin-mesin fotocopy yang sudah menempuh angka diatas jutaan copy pastinya tidak akan dapat mengalahkan kondisi kesehatan mesin yang dengan posisi counter yang masih puluhan ribu saja. Untuk diketahui, posisi counter umumnya memastikan “masa hidup” dari sparepart-sparepart mesin fotocopy tersebut, katakan saja Drum dan roller-roller nya. Jadi sebaiknya memilih mesin fotocopy rekondisi yang posisi counternya paling kecil.
3. Ketersediaan Sparepart. Mesin fotocopy menggunakan sparepart (komponen-komponen) habis pakai seperti roller, drum dan lain-lain. Pastikan bahwa anda akan dengan mudah menemukan lokasi membeli sparepart-sparepart tersebut jika suatu saat memerlukannya. Diantara mesin fotocopy yang mudah dicari sparepartnya di Indoneseia yaitu: Canon ir6570, iR5000, iR4570 dan lain-lain.

Simak Juga: Paket Usaha Fotocopy

4. Cek Kualitas Drum. Anda yang akan membeli mesin fotocopy rekondisi sebaiknya melihat keadaan drum mesin yang akan dibeli. Keadaan drum sangat memastikan tingkat kualitas hasil cetak dari sebuah mesin fotocopy. Ketahui keadaan drum mesin fotocopy yang akan Anda beli dengan memfotocopy sebuah dokumen “full hitam” atau tekan start copy dengan situasi scanner terbuka . Lihat hasilnya. Apabila hasil cetak memperlihatkan ada garis-garis putih, maka keadaan drum dalam situasi tidak sehat atau sebaliknya, jika hasil print hitamnya merata (tanpa ada garis garis putih), maka keadaan drum masih dalam kondisi bagus.
5. Keadaan Auto Document Feeder. Auto Document Feeder, umumnya disingkat ADF yaitu perangkat tambahan yang banyak terdapat di mesin fotocopy akhir-akhir ini. Fungsinya yaitu untuk memasukkan dokumen yang akan di copy secara otomatis. Cobalah penerapan ADF pada mesin fotocopy yang akan anda beli untuk memutuskan bahwa perangkat tersebut masih pantas digunakan.
6. Tidak Ngejam. Mesin-mesin fotocopy yang sering kali jamming akan sungguh-sungguh menyusahakan para pemakainya. Cobalah menggunakan fitur “scan sekali banyak copy” untuk memutuskan bahwa mesin fotocopy yang akan anda beli nantinya tidak akan merepotkan karena sering kali nge-jam.
7. Garansi Service. Saat seseorang menetapkan untuk membeli sebuah mesin fotocopy rekondisi, maka dari itu berarti mereka sudah siap dengan keadaan “mesin rusak” atau tidak bekerja dengan semestinya. Pastikan membeli mesin fotocopy pada perusahaan, toko atau pekerja paruh waktu yang memberikan garansi service untuk mesin anda. Toko umumnya tetap memberikan garansi service sampai 1 tahun kepada para pembeli mesin fotocopy rekondisi yang ditawarkannya.
8. Harga. Kami menempatkan harga dalam urutan terakhir dalam tips memilih mesin rekondisi ini karena tentunya semurah apa saja mesin yang anda beli kalau tidak dapat digunakan itu percuma. Yang pasti saat membeli mesin fotocopy dari pekerja paruh waktu yang tidak bertanggung jawab tidak akan berlaku istilah “Harga Menentukan Kualitas” pastikan bahwa anda membeli dari orang / toko dengan harga yang selayaknya.

Itulah beberapa hal yang perlu kita amati saat hendak memilih sebuah mesin fotocopy rekondisi, tentunya ada hal lain yang mungkin akan kita bahas kedepannya selain bagian penting di atas.

Baca Juga: Harga Mesin Fotocopy