Hidup Sehat Ala Denmark Bagian.1

“Orang Denmark punya gaya hidup yang sehat dan arif. Kami merasa kaya dikala kami dapat makan sehat, hidup sehat, berbahagia!” demikian kata Jørgen Staarup Christensen

Pernyataan Jørgen, membikin kumparanMOM penasaran. Apakah gaya hidup sehat ini juga yang mengantarkan mereka ke urutan atas negara paling berbahagia di dunia? Ya Moms, Denmark memang langganan terpilih jadi ‘pemenang’ dalam bermacam studi internasional yang mengevaluasi kebahagian, kesehatan dan kwalitas hidup manusia. Lihat saja ibukota mereka! Mengutip Gulf News, Kopenhagen secara tetap jadi kota percontohan dalam inisiatif Kota Sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga : Stroller Anak

Sementara data OECD Better Life Index memperlihatkan angka keinginan hidup masyarakat Denmark menempuh umur 81 tahun! Jauh dari Indonesia yang menempuh 69 tahun saja. Tak heran sekiranya berdasarkan data OECD 72% orang di Denmark dilaporkan dalam situasi sehat, lebih dari rata-rata 36 negara maju member OECD lain yang ‘cuma’ menempuh 69%.

Jadi hakekatnya, seperti apa sih, gaya hidup sehat mereka?

1.Pilih yang Segar

Orang Denmark, menyukai seluruh sesuatu yang segar dan ringan. Maksudnya, bahan-bahan makanan yang mereka pilih senantiasa diusahakan masih segar, bagus kondisinya dan bukan adalah makanan yang diberikan banyak pengawet atau makanan kalengan.

“You are what you eat! Kami memahami skor dari makanan yang bagus, sehat dan berkualitas,” kata Irene Quist Mortensen.

Smørrebrød adalah roti lapis terbuka (open sandwich) dari gandum hitam dengan bermacam isian protein hewani, sayuran, buah. Variasinya dapat banyak sekali! Tentu saja, bukan berarti kita sepatutnya makan smørrebrød tiap hari seperti mereka. Tetapi ikuti saja prinsip dasarnya merupakan memilih makanan yang segar.
Irene yang telah sebagian kali ke Indonesia dan berkeliling banyak tempat terlebih di pulau Jawa, juga berkomentar mengenai hal ini. Menurutnya banyak sekali makanan Indonesia yang benar-benar lezat dan sehat. Tetapi ia tak habis pikir mengapa orang tua di Indonesia masih banyak yang membolehkan si kecil-buah hatinya mengkonsumsi makanan dan minuman yang diberikan banyak pewarna, pengawet, perasa, malah camilan ringan tak bernilai nutrisi sama sekali.

2.Serba Organik

“Aku senantiasa berupaya membeli produk organik untuk diterapkan dan dikonsumsi keluarga. Kami percaya, kian banyak produk organik yang dapat kami gunakan, kian bagus,” ujar Anna Flysjö, seorang ibu rumah tangga dengan dua orang si kecil
Tak cuma Anna dan Mikkel, konsumen Denmark yakni konsumen paling organik di dunia. Faktanya, Denmark mempunyai pangsa organik tertinggi di dunia dan pasar organik paling maju.
Organic Denmark, sebuah asosiasi perusahaan, petani organik, dan konsumen di dengan lebih dari 200 perusahaan member mencatat penjualan organik di Denmark terus meningkat pesat. Umpamanya, dari 2016 sampai 2017 penjualan makanan organik meningkat 31%. Kecuali itu, 51,4 % penduduk Denmark dikenal membeli makanan organik tiap pekan, bagus itu sayuran, buah-buahan, sampai susu.

Baca juga : saint monica kelapa gading

3.Senantiasa Ada Susu

Orang Denmark, menyukai sekali susu. Tak cuma minum susu, mereka juga mengkonsumsi bermacam produk olahan susu tiap hari. Si-si kecil di bawah umur satu tahun dianjurkan untuk mengkonsumsi ASI atau susu formula, sementara si kecil-si kecil yang berusia 2 tahun ke atas diberikan susu rendah lemak.
Tak cuma di rumah, si kecil-si kecil Denmark minum setidaknya satu porsi susu di sekolah tiap-tiap hari. Skole Maelk, yakni program yang dilaksanakan oleh Danish Dairy Board untuk menetapkan tersedianya susu segar untuk si kecil-si kecil makan siang di sekolah tiap hari. Orang tua juga dapat memilih susu ragam apa yang diingkan si kecil. Susu dengan lemak yang lebih rendah, susu bebas laktosa atau susu organik contohnya.

Mengutip situs legal Danish Agriculture & Food Council, Denmark masuk 10 besar negara konsumsi susu perkapita terbanyak. Penduduk Denmark rata-rata mengkonsumsi sampai 117 liter susu per kapita per tahun! Mungkin itu juga sebabnya pemerintah Denmark mematok standar peternakan dan pengolahan susu yang benar-benar tinggi.

4.Bawa Bekal ke Sekolah

Jurnal akademis yang ditulis oleh Christensen LM, Kørup K, Trolle E, dari Technical University of Denmark dengan judul Dietary Habits of Children and Adolescent (2012) menceritakan, kebanyakan siswa sekolah dasar di Denmark membawa bekal ke sekolah.
Bekal sekolah mereka lazimnya terdiri dari smørrebrød dengan isian daging sapi, ayam, ikan atau babi ditambah buah-buahan dan sayuran. Tentu saja seluruh ini dirasakan dengan seporsi susu segar yang si kecil dapatkan di sekolah. Jadi, enggak ada tradisi jajan di sekolah tuh, Moms!

 

Baca juga : Stroller Bayi yang bagus