Jembatan Terkendala Oleh Pengecoran Jalan Susah Direnovasi

Koreksi jembatan yang mengaitkan Sapen dengan Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak ini ditargetkan dapat dilalui kendaraan.

“Konstruksi kerangka jembatan telah di lokasi, telah diseteli dan disesuaikan, tinggal dipasang saja. Untuk pemasangannya memakai crane,” kata Totit pagi. Totit mengakui ada keterlambatan memobilisasi alat berat dan pengiriman konstruksi jembatan Sunut. Hal ini sebab ada pembenaran jalan di Demak, yaitu pengecoran jalan yang menjadi jalan masuk pengiriman konstruksi ke tempat Sapen. “Pengiriman konstruksi menunggu cor beton jalan di Demak cukup usia. Namun kini konstruksi telah ada di lokasi,” jelasnya.

Dia membeberkan, lebar jembatan baru ini nantinya sekitar 2,8 meter, panjang sekitar 100 meter. Meskipun landasannya akan dicor beton secara manual, mengingat anggarannya cuma ratusan juta. Tetapi pengecoran jembatan baru dapat dijalankan sebulan ke depan. “Yang penting nantinya truk dapat melewati, bergantian, sebab tak cukup untuk simpangan. Untuk pilar jembatan masih memakai pilar lama, cuma kita perkuat landasannya,” ungkapnya.

Jembatan Sunut nantinya akan dipasangi railing atau pengaman di kiri kanan jembatan. Di komponen bawah jembatan juga akan dipasang kawat pengaman sebagai antisipasi kejadian warga terjatuh. Kendati warga Sapen selama ini telah terbiasa melalui jembatan lama dengan zona bebas. “Kuatir kami, nanti sesudah jembatan dibetulkan jadi lebih baik malahan tak hati-hati, sehingga kita meminta dipasang wire mesh sekitar 60 sentimeter,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dusun (Kadus) Sapen, Budi Narto menyuarakan, telah satu bulan warga dusun Sapen dan dusun Borangan terpaksa wajib turun ke sungai untuk menempuh daratan di kawasan Kabupaten Demak. “Yang kasihan si kecil-si kecil sekolah,” kata Budi. Sejumlah material bangunan yang akan diterapkan untuk renovasi hakekatnya telah ada di sekitar jembatan. Tetapi sampai hari ini, alat berat seperti crane belum kelihatan di lokasi.

Dia mendesak pemerintah supaya mencari metode agar dapat lantas membetulkan jembatan. Seandainya jembatan itu tak lantas direnovasi, akan berbahaya keselamatan warganya. Apalagi kalau hujan, air sungai pasti meluap. “Seandainya wajib menyeberang ke Sungai Jragung ini betul-betul membahayakan, jikalau sedang turun hujan dan tiba-tiba airnya naik,” tegasnya.