Eropa Buka Sekolah untuk Para Mata-Mata

sekolah mata-mata

Tetapi jangan bayangkan mahasiswanya belajar kebut-kebutan seperti film James Bond. Spion di layar perak yang paling tenar, 007, dan cuma mengecap pengajaran dua semester di sekolah elit Eton. Lalu dapat mengejar para penjahat dalam 25 film dengan bantuan kendaraan beroda empat-kendaraan beroda empat mewah dan senjata andalannya Walther PKK, ditambah beragam alat tolong yang dihasilkan “Q”. – saint monica school Jakarta

Seperti dikutip dari DW Indonesia, yang diajar di jurusan spionase di Jerman ini yaitu “Master in Intelligence and Securities Studies (MISS)” seumpama soal Norma dan Regulasi Intelijen.

Tetapi kuliah yang ditawarkan di jurusan “Master in Intelligence and Securities Studies (MISS)” di Jerman tak membahas atau mengajari ketrampilan mengemudi atau menerapkan senjata.

“Ini bukan pengajaran untuk menjadi spion, tak pembelajaran kejar-kejaran dengan kendaraan beroda empat, juga tak ada pelatihan untuk meloncat dari atap ke atap”, kata Professor Uwe Borghoff terhadap DW. Ia yaitu guru besar di universitas militer milik angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr di München. Dan ia akan memimpin jurusan MISS bersama rekannya Jan-Hendrik Dietrich di Universitas Bundeswehr.

Mata Kuliah Termasuk Cyber Defense

Para mahasiswa akan meniru kuliah di sentra pengajaran militer di München, Berlin dan Brühl dengan materi seputar adab, dasar-dasar regulasi spionase dan analitik politik. Jurusan kuliah semacam ini telah ada di sebagian negara, melainkan di Jerman dibuka untuk pertama kali.

“Bagi aku, ini jurusan yang sungguh-sungguh menegangkan, sebab memang benar-benar baru di Jerman, kata Uwe Borghoff.

Mata kuliah yang ditawarkan seumpama “Penelitian Terorisme”, “Komunikasi dan Manajemen Dinas Rahasia” serta “Cyber Defense”. Program master berlangsung selama 2 tahun. Di akhir program kuliah, peserta seharusnya membentuk skripsi yang meliputi sekitar 100 halaman.

Tetapi tak orang sembarangan yang dapat belajar di jurusan ini. Kuliah cuma dapat ditiru oleh member institusi intelijen, bagus di tingkat federal ataupun tingkat negara komponen, termasuk intelijen militer.

Diawali dengan 35 Mahasiswa Terpilih

“Memang warga sipil tak dapat ikut serta kuliah ini”, kata Uwe Borghoff. Sebab untuk masuk ke gedung kuliah di Berlin saja, peserta seharusnya punya otorisasi khusus. “Dan untuk modul-modul tertentu, para peserta akan dikonfrontasikan dengan bahan-bahan pembelajaran yang bersifat rahasia”, lanjutnya.

Kecuali itu, ada seleksi ketat untuk belajar di bidang spionase di Jerman ini. Metode seleksinya tak menurut pada poin ijazah atau ranking yang dimiliki calon mahasiswa. Pesertanya akan diseleksi oleh sebuah komisi khusus, yang terdiri dari para pejabat institusi negara yang berhubungan aktivitas intelijen.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.